Source: http://caramembuat524.blogspot.co.id/2014/01/cara-agar-blog-tidak-bisa-di-copy-paste.html
The Holy Bible

Kamis, 27 Agustus 2015







MIND MAP 
MENCINTAI INDONESIA
berisi tentang mencitai Indonesia
hal apa saja yang termasuk dalam mencintai Indonesia...
apa yang dimaksud dengan mencintai Indonesia?
apakah mereka yang aktif dalam organisasi politik?
apakah mereka yang sering berbakti sosial?
ataukah mereka yang sering belanja dengan uang yang begitu melimpah?

      kata mencintai identik dengan sikap yang memelihara mengenal dan memahami apa yang dicintainya, memang tak mudah untuk menunjukkan sikap mencintai apalagi terhadap sesuatu yang tak bisa disentuh atau digenggam. Bangsa Indonesia bukanlah sesuatu yanhg dapat digenggam atau dimiliki secara pribadei tetapi sesuatu yang dapat dinikmati, dilihat dan dirasakan. Bangsa Indonesia ini diperoleh dai para penjajah dengan penuh oerjuangan yang tak mudah, banyak korban dan pahlawan yang berguguran, setelah 17 Agustus pun kita cucunya masih hyarus berjuang dengan masuknya produk luar yang dengan pesat merambah pasar Indonesia dan budaya luar yang begitu gesitnya mempengaruhi muda-mudi Indonesia. lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan bahwa kita mencintai bangsa Indonesia dengan setulus hati tanpa pamrih? hanya anda sendiri yang mampu menjawab dan mempraktikkannya. Bangsa Indonesia bukanlah hanya satu macam orang didalamnya, bangsa Indonesia adalah terdiri dari beragam bahasa daerah, adat istiadat, rumah dan baju. so..?bagaimana yah kita mencintai bangsa \Indonesia dengan beragam suku adat istiadat dan bahasa didalamnya.  selamat merefleksikan


Pure, Bali

Gunung Semeru



Rabu, 19 Agustus 2015


      
MY SADNESS


     
Aneh rasanya, aku merasakan sesuatu yang menurutku aneh dan sangat aneh, aku tak senang jika ia dekat kembali dengannya aku merasa tersaingi dengannya yang dulunya jauh dan tidak bersahabat sama sekali. ketika itu aku mencoba untuk menjadi yang terbaik baginya, aku selalu berusaha untuk menjadi seorang sahabat yang selalu ada ketika temannya sedang dalam kesusahan, tetapi lama kelamaan sepertinya tidak baginya, mungkin ia hanya menggapku hanya SEKEDAR teman berbagi susah saja, seringkali aku membuatnya kesal dan jengkel, sering kali aku membuatnya marah karena kelakuanku yang tidak berkenan baginya.  mungkin aku terlalu egois, hanya memikirkan diriku sendiri tak perduli dengan sekelilingku. sosok yang kudambakan sebagai seorang sahabat ada padanya, namun bagaimana jika hanya aku yang menganggapnya sahabat? hanya aku yang selalu ingin menjadi sahabatnya? tidak dengannya. peristiwa sepele yang menyebabkan kita bertengkar selama beberapa minggu membuatku stress seperti tak ada lagi semangat dalam hidup. memang benar aku juga mempunyaik sahabat yang dengan setia sejak SMA menemaniku mendengar segala keluh kesahku, tapi entah mengapa aku tidak bisa menjadi diriku sendiri ketika bersamanya. apakah ada yang salah denganku?ada yang tidak beres dengankukah?apa yang harus aku lakukan?.
    Adakalanya dia menyemangitiku, adakalanya ia menegurku karena satu hal yang menurutnya harus diubah dalam diriku, adakalanya ia menghiburku, adakalanya ia juga memarahiku, ia adalah seorang teman yang sangat membangun untukku. Namun didasar hatiku, entah mengapa aku begitu yakin bahwa aku dan dia takkan bisa akrab lagi dan saling berbagi suka dan duka. rasannya ia semakin lama semakin menjauh dan menjauh.Aku hanya bisa menatapnya dan hanya  bisa terdiam saja. sejujurnya aku sangat sedih rasanya ingin berteriak sekeras mungkin dan berkata "bisakah kita menjadi seorang sahabat?". Aku hanya bisa merasakan ini sendiri hanya aku dan Tuhan yang benar-benar memahami bagaimana keadaan hatiku saja. Mungkin semester lalu adalah moment terakhir yang kulalui dengannya, mungkin aku terlalu melankolis dan berlebihan tapi lebih baik aku jujur akan apa yang kurasakan saat ini daripada aku hanya berdiam dan meratapi keadaanku. kutuliskan ungkapan hatiku ini hanya untuk melepaskan penat dihatiku. serasa tak lagi bersemangat serasa tak ada lagi yang bisa dijadikan teladan bagiku, semuanya menghilang begitu saja, pergi dengan sangat cepat. Aku tahu setiap ada pertemuan akan selalu ada perpisahan namun bagaimana aku bisa lapang dada melawan rasa egoisku untuk melepasnya pergi mungkin ia akan lebih bebas berekspresi tanpa ada bayang-bayangku yang mungkin selalu menyusahkannya. Aku selalu berusaha untuk tetap berdiri meski sulit untuk kulakukan. 
       semua yang terjadi kemarin akan membuatku begitu sedih dan aku tak mau tenggelam dalam kesedihanku sendiri. aku harus menjadi seorang yang kuat, itu sulit bagiku entah apa yang harus kulakukan saat ini. Mungkinkah aku seorang yang kurang bersyukur pada Tuhannya atas apa yang selama ini dititipkan padaku? jika ia, betapa jahatnya diriku. Seringkali aku berbohong padanya tentang keadaan hatiku yang sebenarnya, mungkin aku bodoh tak bisa jujur dengan keadaanku, bodoh....bodoh....aku merasa belum saatnya ia tahu, karena aku yakin ada saatnya ia tahu dan itulah saat yang tepat, mungkin ketika aku sudah tak lagi ada didekatnya dan akrab bersamanya sebagai seorang teman dekat sekalipun, mungkin aku sudah berada jauh disana dan sudah melupakan apa saja yang sudah kulalui. untuk menghilangkan kesedihan  yang kualami, aku selalu mendengarkan musik dan bernyanyi, tapi apakah aku benar-benar bisa melupakan kesedihanku?atau apakah aku hanya menjadi seorang pengecut yang hanaya bisa lari dari masalah dan kenyataan dihadapanku?. yah itu cerita kesedihanku yang saat ini belum terselesaikan. aku berharap semua akan indah pada saat yang tepat entah itu kapan.

Jumat, 14 Agustus 2015


How to publish a blog post







Hand made by VOC
didedikasikan untuk
FPB UNIKA ATMA JAYA
Prodi Bimbingan dan Konseling
Hiduplah Konseling Atma Jaya




Minggu, 02 Agustus 2015


               Selamat Jalan DR

Sulit rasanya jika harus melihat kepergianmu 
jika selama ini kau mampu mendengarkan dan menerimaku sebagaimana adanya diriku 
ingin kuucapkan selamat tinggal tuk melepas kepergianmu 
ingin kuhantar kau dengan segudang doa yang akan terus memagarimu
dengan kasih dan anugrah dari Bapa 
Selamat Jalan.... 

meski sebenarnya hati tak rela 
tapi itu semua demi masa depanmu 
apalah dayaku jika ku cegah kau untuk melangkah 
tak pelak akupun harus menerima 
bahwa kau harus segera pergi 

terima kasih untuk waktu yang kau berikan padaku 
untuk segala saran dan sikap yang sangat berpengaruh dalam kehidupanku 
terlihat sepele mungkin 
namun besar dampaknya bagiku 
entah sejak kapan aku mengidolakanmu 
mungkin sejak pertama kali kita bertemu 
kala itu kau hanya sekedar mengunjungi ruanganku 

bisa dibilang kau adalah orang pertama yang menjadi idolaku 
terima kasih untuk semuanya 
semoga tercapai apa yang kau cita-citakan 
amin.