Source: http://caramembuat524.blogspot.co.id/2014/01/cara-agar-blog-tidak-bisa-di-copy-paste.html
The Holy Bible

Selasa, 29 April 2014



After Groups Dynamic at UNIKA ATMA JAYA

TERIMA KASIHKarya VOC


Terkadang  ada yang membuatku marahTerkadang ada yang membuatku kesalAda juga karena ulahnya aku dibuatnya maluSatu kali aku dibuatnya terharu oleh tingkahnyaDan membuatku tersenyum bahagia karena hadirnya
Meski kehadiran mereka tak menentuSeringkali pergi meniggalkanku sendiriYang kini hanya dapat mengingat peristiwa yang telah mereka buatBanyak hal aneh yang kulewati selama hidupku bersama merekaKeberadaan merekalah yang membuat hidupku penuh warnaCanda tawa tangis semua terurai begitu saja
Ketika kumulai mengenang mereka perlahan hatiku perih  Ternyata itu hanyalah sebuah kenangan 

yang kini hanya bisa kuingatMereka memang tak lagi disisiku 

namun kenangan mereka begitu melekat dalam hatikuHal itu yang kini menjadi penyemangatkuSiapapun mereka aku hanya ingin mengucapkan terima kasih
Terima kasih Telah datang dan membuat hidupku lebih berwarnaSuatu saat entah kapan aku pasti akan bertemu dengan kalianTuhan telah menitipkan alian untuk menjadi pengisi dalam hidupkuJujur saja siapapun kalian terkadang aku sangat merindukan kehadiran kalianHal itu membuktikkan bahwa kalian adalah inspirasi  dalam hidupkuAku hanya berdoa pada Tuhan dimanapun kalian berada apapun yang kalian lakukan Semoga Tuhan menyertai dan menolong kalian

Selasa, 22 April 2014

lagu pada video ini mewakili perasaan gue buat dia yang gak pernah ngerti apa yang namanya ketulusan. salam hangat untuk SUNGBIN 

Only Hope
karya VOC

Kucoba untuk menutupi perasaan ini
Kucoba untuk tetap tegar berdiri
Senyumku sebagai tameng untuk tetap terlihat bahagia
tetap saja aku tak kuat menghadapinya

telah lama kubiarkaan perasaan ini tumbuh dan berkembang
aku masih menjaga janjiku janji kita selama ini
meski ragamu tak lagi disampingku
meski kutahu sikapmu terhadapku 

berulang kali kucoba utnuk menghindar
semakin jauh kumenghjindar 
semakin ku dekat dengan bayangmu

kemanapun aku melangkah
batinku memanggilmu
berharap kau tetap ada disisiku dan menemaniku
ketika kusendiri aku berharap kau datang dan menemaniku
ketika kusedih aku berharap kau ada disisiku dan mengusap air mataku

namun, kini aku sadar kau hanyalah ilusi bagiku
dirimu tampak nyata untuk sesaat
kemudian menghilang bagai debu
meski terkadang kau datang dan membuatku menunggu kembali

semua yang kau berikan kini hanya kenangan
kenangan yang entah kapan menghilang dan tak teringat bagai album tua tak terpakai
disini aku hanya bisa berdoa agar Tuhan senaniasa menjagamu

Senin, 14 April 2014

PENANTIAN
karya VOC

Sebuah komunitas mempertemukan kami, aku mengenalnya sebagai seorang kakak yang baik sosoknya yang selalu melindungi  membuatku nyaman berada didekatnya.  Kamipun semakin dekat tapi tidak lebih dari seorang sahabat. Seringkali kami habiskan waktu kami disebuah tempat rahasia hanya kami berdua yang tahu. Dia tahu kalau aku sedang ada masalah pasti aku ditempat itu begitupun sebaliknya. Lambat-laun aku merasa nyaman berada dekatnya, ia mengajariku banyak hal, aku akan mencarinya jika ia kelihatan tidak ada. Suatu hari seprti biasa setiap sore aku dan dia berada ditempat rahasia kami, tapi kali ini lain dia terlihat berbeda dari yang biasanya , aku pikir dia akan memberikan kejutan padaku tapi itu salah ternyata dia mengucapkan salam perpisahan. Dia akan pindah keluar negeri,  dia berpesan jangan menangisi kepergiannya, bagaimana aku menghgadapi hal ini?. Kini aku disini sendiri mengenang kejadian 3 tahun yang lalu, aku menantimu.
ONLY HOPE
 Setiap peristiwa ada sisi baik dan buruknya, banyak orang disekitar kita yang membuat kita kesal, marah, jengkel, bahagia, bahkan sampai kita mencintai dia. Setiap peristiwa memiliki hal yang tidak bisa dilupakan itulah yang disebut dengan kenangan meski orang yang kita saying telah pergi meninggalkan kita kenangna itu akan tetap ada seiring kita berjalan mengikuti waktu.  Tidak semua kenangna itu manis kita harus mau menerima kenangan yang pahit karena itu dapat membuat kita instropeksi diri. Resiko adalah hal yang kita terima dari setiap keputusan yang kita ambil.
Peristiwa ini terjadi pada  seorang gadis yang bernama Olivia seorang yang sangat senang  berkhayal dan bermimpi tapi juga banyak yang mematahkan mimpinya. Banyak orang yang terlibat dalam kehidupannya baik persahabatan, asmara serta keluarga.
“ Olivia maukah kau menjadi teman hidupku…?” dengan lembut pangeran itu menggenggam tanganku,
“ ya aku mau menjadi teman hidupmu dan menemanimu dalam segala hal…..” Putri Olivia mengatakannya dengan  hati berdebar… Pangeranpun mengajak Putri Olivia  menunggangi kuda putih tapi ketika kuda itu berjalan kuda itu mengeluarkan suara yang sangat berisik membuat pangeran dan Putri Olivia jatuh tersungkur ketanah dan…………..
“Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnggggg……………………”gabruk….terdengar bunyi yang begitu keras dari lantai atas. Tak lama mama naik ke lantai atas memastikkan Olivia baik-baik saja.
“ Olivia, kamu gak sekolah?” Tanya mama setelah masuk kekamar seorang gadis yang baru saja jatuh dari tempat tidurnya.
“ ya…ma aku sekolah kok..”ucap Olivia sambil mengucek matanya dan beru sadar ida ada dibawah tempat tidurnya.
“ kenapa belum siap-siap? Sudah jam setengah tujuh lho..” ucap mam sambil  berjalan keluar  kamar…
“ whaaaaaat? Bukannya masih jam enam…?”.
Bak  Pasukan perang  Olivia segera meluncur kamar mandi dan segera bersiap-siap. Ini adalah awal tahun ajaran baru untuknya dia terdaftar sebagai siswa di sebuah  sekolah Favorit SMA Budi Luhur. sekolah tersebut sangat disiplin dan berprestasi dengan beragam  piagam dan medali yang telah mengharumkan nama SMA  Budi Luhur. Hari ini  Olivia akan menjalani MOS tapi ia terlamabat bangun dan konsekuensinya adalah ia harus dapat hukuman dari kakak OSIS yang menjaga di gerbang sekolah.
            Dengan  tergesa-gesa ia berangkat kesekolah untung saja perlengkapan yang harus dibawa sudah dipersiapkan dari malam hari  jadi tidak usah khawatir.  Sesampainya disana gerbang masih terbuka dan tidak ada orang “ waaaahhh beruntungnyaa, gerbang belum ditutup”ucapnya sambil merapikan bajunya yang berantakkan, pelan-pelan ia memasuki  area sekolah dan mendapati keadaan sekolah kosong dan tidak ada orang. “katanya ada MOS?kok belum ada orang sama sekali…?”ucapnya dan menyebar pandangannya kesekitar lapangan.
“kenapa baru datang?” terdengar suara dari belakangnya, suara itu mengagetkan Olivia, seorang cowo  dengan perawakan tinggi, dengan kulit putih  dan tatapan mata yang tegas. Olivia menoleh kebelakangnya dan dengan polosnya ia menjawab “ maaf kak, aku kesiangan tadi malam mempersiapkan perlengkapan untuk hari ini”ucapnya sembari menundukkan kepala takut dimarahi. “ sedang apa kalian disana?!” “cepat masuk kelas yang lain sedang berdoa kenapa kali terlambat?!” suara itu terdengar dari arah  tangga ketika ia melihat pria yang tadi mengagetkannya, pria itu malah tertawa  karena Olivia salah orang pria itu bukan kakak OSIS tapi murid baru yang juga terlambat sama seperti Olivia. “tunggu apa lagi ayo masuk ke kelas kalian!”ucap kakak OSIS yang dari tadi menunggu mereka karena masih terdiam di tempat yang sama. “ iya kak” ucap Olivia”huh aku kira kamu kakak kelas” tambahnya “ bukan aku juga murid baru yang terlambat, tadi masih nyari perlengkapan yang   harus dibawa”kata pria itu.  Baru kali itu Olivia  terdiam sepanjang  lorong sekolah ia tidak dapat melanjutkan pertanyaannya, ia begitu terpesona dengan teman baru yang ia belum tahu namanya.

            Setibanya ia dikelas ternyata tempat duduk sudah hampir semuanya terisi penuh, Olivia menyebarkan pandangannya keseluruh  kelas  tapi ia tidak menemukan kursi kosong. “ duduk sini aja”terdengar suara dari arah belakan barisan ke dua,”tanpa piker panjang Olivia bergegeas menuju tempat itu “ thank’s, aku Olivia”ucapnya sambil mengulurkan tangan” Stefanny” balas gadis itu dan menyambut uluran tangan Olivia. Berawal dari situlah pertemanan stefanny dan Olivia dimulai Oliviapun mendapat banyak teman baru diantaranya  Iin dan Jesicca. Kegiatan MOS dimulai dan berjalan dengan lancer, tidak sedikit siswa yang berasal dari luar Jakarta Olivia sangat senang ia mulai beradaptasi dan berkenalan dengan banyak teman.
“Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing” suara bel tanda masuk telah dibunyikan, namun masih ada seorang anak yang dengan tergesa-gesa berlari kearah gerbak yang sebenatr lagi ditutup “paaaak, jangan ditutup duluuu tuungguu sebentarrr…”ucapnya dari jauh tapi terlambat gerbang sudah ditutup dan jangan harap dapat masuk dengan mudah. “yaahhh, telat lagi dehh” ucap Olivia “kenapa terlambat?”ada suara yang terdengar dari arah belakang Olivia, “ iya soalnya kesiang….”Olivia terhenti “kesiangan?”balas pria itu “kamu yanbg waktu itukan…?”Tanya Olivia heran “aku Raja”ucap Raja sambil mengulurkan tangannya “Olivia” balas Olivia dan membalas uluran tangan Raja. Tidak berselang lama pintu gerbang dibuka tapi mereka harus menghadapi Bu Risma yang saat itu sedang bertugas. Merekapun harus mendapat tugas untuk mencabuti rumput liar dihalaman sekolah belakang  “kamu kenapa terlambat?”ucap Olivia memecahkan keheningan “ada yang harus aku urus”Ucap Raja “sudah selesai?”tiba-tiba Bu Risma datang “sudah bu” jawab mereka berbarengan. Sejak saat itu Olivia dan Raja berteman karena kebisaan mereka terlambat dan mencabuti rumput liar merekapun bersahabat. “Liv, kamu dicariin Raja tuhh” kata Jesicca “oke” ucap Olivia sambil berlari kecil keluar kelas “ada apa”kata Olivia “kantin yukk laper nihh”kata Raja sambil memegangiu perutnya “astagaaaa, kirain aku apa”ucap Olivia. Ada sesuatu yang aneh disitu banyak yang menganggap mereka pacaran Karena mereka begitu dekat.

            Olivia sangat menyukai musik ia mengambil les biola untuk mengisi waktu luangnya. Ia mulai les sejak satu tahun yang lalu, ketika ia belajar biola setahun yang lalu ia mendengar permainan piano yang begitu merdu dan sangat menyentuh, lagu Fur Elise yang diciptakan oleh Bethooven belum pernah ia mendengar permainan piano yang sebegitu merdunya iapun penasaran dan mengikuti suara itu tapi belum sempat ia melihat kedalam ruangannya Raja sudah datang dan mengejutkan Olivia seperti yang biasa Raja lakukan “hayooo, ngapain disini..?” kata Raja dari belakan Olivia “aduhhh ngagetin terus dehh, ada yang main piano, permainannya lembuuut banget tapi gatau orangnya..”ucap Olivia sambil tetap memperhatikan kedalam ruangannya “lho kok gak ada orang?” Lanjut Raja berhubung tubuh Raja lebih tinggi sehingga ia bisa langsung melihat kedalam “masa sihh, gak mungkin tadi tuhh ada yang main dari dalam”ucap Olivia penuh penasaran. “yaudah terserah, tapi emang gak ada orang”lanjut Raja sambil berjalan pergi dengan membawa gitar kesayangannya “ehh tungguin” ucap Olivia sambil berlari mengikuti Raja dari belakang. Permainan piano kembali terdengar setelah beberapa saat berhenti, ada seseorang didalam sana yang bermain piano dia bernama Rudolf dia sangat menyukai piano tapi ia tidak suka jika ada orang lain yang melihatnya berlatih. Ketika Olivia latihan di kelas ia berlatih sendiri membawakan lagu yang paling ia sukai Fur Elise, tapi permainannya terhenti ketika ia mengingat permainan piano yang tadi ia dengar namun belum sempat ia melihat siapa yang  memainkanya. Iapun kembali ketempat diamana terdengar suara piano “permisi” ucap Olivia sambil perlahan masuk kedalam ruangan, tidak ada jawaban, dengan memberanikan diri Olivia berjalan kedalam sambil memperhatikan sekelilingnya. “kamu cari siapa”ucap seorang pria dari sudut ruangan “ohh maaf aku lancang masuk kesini tanpa permisi aku pikir tidak ada orang” ucap Olivia tapi ia langsung terdiam ketika ia melihat pria itu dan ingatannya kembali pada  10  tahun yang lalu ketika itu seorang temannya harus pindah keluar kota mengikuti orang tuannya dan iapun harus kehilangan teman yang dikasihinya. “hei, kenapa diam?kamu cari siapa” ucap pria itu karena ia lihat Olivia terdiam “nggg..nggak…nggak cari siapa-siapa permisi aku salah ruangan..”ucap Olivia sambil membalikkan badan dan segera pergi. Selama perjalanan pulang ia masih teringat dengan pria itu “kenapa ia mirip dengan temanku?”ucapnya dalam hati “tapi kalau ia temanku kenapa ia tidak mengenalku?”lanjutnya. “trrllllttt ponselnya berdering dan tertera namanya Raja “ ada apa ja..?”kata Olivia “kamu dimana, aku ditinggal”kata raja dari balik telefon “ohh iya…maaf yaa ampun aku lagi jalan pulang kamu dimana?kata Olivia sambil menepuk keningnya, ia lupa bahwa hari ini ia akan pergi dengan raja ke toko gitar namun ia sudah dalam perjalanan pulang “ yaampun Olivia kamu lupa ada aku disini?ucap Raja sedikit kecewa. “maaf…maaf yaudah aku balik dehhh”ucap Olivia menyesal  “gak usah kamu pulang aja aku ke toko gitarnya sendiri aja ya” kata Raja “yaudah sampai ketemu besok ya ja..”balas Olivia sambil menutup telfonnya.

            Heri telah larut malam namun Olivia masih teringat pria yang tadi ia temui di tempat lesnya. Iapun teringat teman kecilnya, kembali ia buka album foto yang telah usang dan berdebu “sudah lama aku tak melihat album ini”gumamnya perlahan. Selembar demi selembar ia perhatikan entah dimana sekarang temannya itu. Hingga saat ini entah apa kabar temannya dan dimana ia berada. Mentari pagi menyinari permukaan bumi yang tidak rata ini Tuhan masih memberikan makhluk hidup sinar  mentari yang cerah.  
“Oliviaaaaa banguunnn…..” ucap ketiga sobatnya berbarengan sambil menggoyangkan tubuhnya “aduuhh masih ngantuk”
“katanya ada showcast  dari tempat lesmu..?”Tanya Iin
“kan jam 9 pagi”balas Olivia
“ini udah stengah Sembilan kurang 10 menit liv..!”kata stefanny
            Hari ini adalah hari yang istimewa buat Olivia karena hari ini ia akan memainkan sebuah lagu untuk acara ulang tahun tempat lesnya dan dia ditunjuk untuk mengisi acara hiburan dengan memainkan biola birunya. Olivia akan berkolaborasi dengan Raja membawakan lagu  Bad Boy dan I’m Yours Jason Mraz. Ia menghabiskan seminggu untuk berlatih keras.
“whaaaaaaaaaaaaaat”kenapa gak bilang dari tadi…?”ucap Olivia kaget dan segera bergegas kekamar mandi.
“udah dibangunin dari tadi gak bangun-bangun” kata Iin menambahkan
“yaudah cepet sana Raja udah nungguin dari tadi…”sahut stefanny
“15 menit cukup yaaaa”ucap Jesicca
            Persiapan yang singkat, dalam perjalanan menuju tempat pertunjukkan Olivia masih bersiap-siap membereskan rambutnya Raja yang menyetir hanya bisa tertawa temannya yang satu ini begitu ceroboh, sampai-sampai ia lupa hari ini ada pertunjukkan dia dengan dirinya. Hari itu Olivia mengenakan dress biru muda dengan belt pita mini yang simple dan tidak terlalu mencolok namun, ia terlihat anggun. Semua itu berkat Jesicca yang hobi dalam mendandani teman-temannya.  Raja yang melihatnya saja kagum. Sampailah mereka ditempat pertunjukkan, beruntungnya acara dimulai 5 menit lagi Olivia cukup bernafas lega.
            Ia akan tampil setelah penampilan tunggal piano sebenarnya ia sangat menanti pertunjukkan itu ia ingin melihat kembali pria yang beberapa waktu lalu ia lihat. Pertunjukkan segera dimulai pria itu memasuki panggung memberi hormat pada penonton dan mulai menuju kursi pianonya mulai menglunkan nada-nada yang merdu dan menghipnotis para penonton Fur Elise Bethooven Olivia juga sangat menyukai music ini. 
“Betapa  hebat permainannya”gumam Olivia dalam hati
Kini giliran Olivia dan Raja maju untuk mepertunjukkan permainan mereka, ketika mereka mulai  memainkan alat music mereka tali tirai panggung sedikit longgar membuat karung pemberat tidak terikat kencang,
“Oliviaaaaaaaaaa awaaaaaaaaaaaaasssssss”
Olivia sangat menikmati alunan suara biolanya namun tiba-tiba ia melihat sahabatnya berteriak histeris dan bukkkk  ia tidak sadarkan diri.
Perlahan Olivia membuka matanya dan ia melihat sebuah cahaya yang menyilaukan matanya, ia menciba mengingat apa yang terjadi ia hanya mengingat ia berada diatas panggung dan melihat ketiga sahabatnya berteriak kearahnya dan seketika itu ia tidak ingat apapun.
“kepalaku pusing sekali’sahutnya pelan sambil memegangi kepalanya
“ini dimana?”sahutnya pelan
“kamu sudah sadar?”Raja masuk
“iya, kenapa aku disini ja, bukannya kita lagi mengadakan pertunjukkan?”Tanya Olivia
“kamu tertimpa karung pemberat tirai, talinya longgar sehingga menjatuhi kepalamu, tapi tidak apa-aoa tidak usah khawatir”kata Raja
“oh iya ada yang ingin menjengukmu dia teman les kiita”tambahnya
“kau tidak apa-apa?”Tanya Rudolf
“ya aku baik-baik saja”balas Olivia
            Saat itu Olivia sangat senang dengan kedatangan Rudolf ia terlihat semangat dan  ia merasa nyaman jika ada Rudolf disampingnya. Olivia masih harus dirawat dirumah sakita sesekali ketiga sahabatnya datang dan menjenguknya. Biasanya Raja yang akan menginap dan menjaga Olivia tapi kini kehadiran Raja digantikan oleh Rudolf. Ada yang berbeda dengan Raja lama-lama ia tidak suka jika Rudolf terlalu dekat dengan Olivia.
“kapan aku pulang ja”
“hari ini sudah bisa pulang kok”
“Kenapa, kamu gak betah yaa disini”Tanya Raja
            Akhirnya Oliviapun keluar dari rumah sakit dan kembali beraktivitas, tapi setelah kejadian itu kini pasukan Olivia tak lagi berlima melainkan berenam semenjak kejadian itu Rudolf dan Olivia kini dekat dan sepertinya Raja tidak suka dengan hal itu.
            Pelan tapi pasti Olivia mulai menyukai kehadiran Rudolf, ia begitu mirip dengan sahabatnya sepuluh tahun yang lalu. Tapi ia tidak tahu harus seperti apa, apa ia harus tanyakan kepada Rudolf atau lebih baik ia diam. Setiap kejadian untuk keenam sahabat ini sangat berarti bagi Olivia ia sangat menyayangi mereka semua terutama Raja ia melihat Raja itu seperti kakaknya sendiri Raja selalu melindungi dan banyak memberi nasihat. Kini ia benar-benar menyukai Rudolf namun Rudolf tidak peka akan perasaan Olivia terhadapnya Mungkin Rudolf yhanya menganggap Olivia itu sebagai adiknya atau sebagai sahabatnya. Olivia selalu menceritakan hal ini kepada Iin, Stefanny dan Jesicca. Hari ini seperti biasa mereka mengadakan Camping dadakan mereka berempat menginap dirumah Olivia
“sepertinya aku mulai menyukai dia…”ucap Olivia
“siapa…?”Tanya Jesicca
“Rudolf..?”balas  Stefanny
“Raja..?”ucap Iin tak mau kalah
“aku……merasa nyaman ketika kau berada didekatnya, aku sangat menikmati permainan musiknya”Olivia mulai mencritakan kisahnya
“Trus..kamu maum apa?”Tanya Jesicca
“emang siapa sih…?”balas Iin
‘Rudolf…”kata Olivia malu-malu
“cieeee..cieee ada yang falin in love….”ledek Stefanny
“tapi aku belum siap bilang sama dia, kalo aku suka sama dia…”kata Olivia
“trus…kamu mau pendem rasa itu..?”kata Jesicca”kamu gak nyesel kalo nanti kamu keduluan orang lain..?”lanjutnya
“tapi mau gimana kalo belum siap untuk saat ini”balas Olivia
“ya sudah kita lanjutkan besok aku sudah ngantuk..”kata Iin

            Hari-hari Olivia penuh dengan warna…banyak hal yang terjadi dan mereka menjalani bersama ada Jesicca Stefanny Iin Raja dan Rudolf.  Tidak terasa merak sudah masuk kekelas 3 SMA berarti hampir tiga tahun sudah mereka bersama dan selama itu pula Olivia memendam perasaan itu.
“Oliviaaaa…”panggil Jesicca mengagetkan lamunanya
“apasih,,ngagetin aja dehh” balas Olivia
“kamu tau…karena kamu gak mau bilang sama Rudolf tentang perasaan kamu ke dia”ucap Jesicca
“apa..”sahut Olivia
“dia udah jadian sama Febby anak kelas sebelah..”ucap Jesicca
Mendengar hal itu Olivia terdiam tanpa sadar air mata mengalir deras kepipinya, batinya mulai merasa
”bagaimana ini,,,”katanya dalam hati”aku telah kehilangan kesempatan, mengapa aku biarkan aku memendam perasaan ini?”katanya lagi
“ketika ia pergi kekantin ia melihat Rudolf dan Febby sedang makan bersama dengan teman-teman Febby yang lain. Raja yang melihat hal itu langsung menarik tangan Olivia dan membawanya ketaman belakang sekolah tempat dulu mereka dihukum bersama untuk mencabuti rumput liar kalo mereka terlambat. Olivia hanya bisa terdiam dan iapun menangis dihadapan Raja. Rudolf yang melihat hal itu bingung tak mengerti
“sudah jangan menangis begitu”kata Raja menenangkan
“bagaimana bisa….?”kata Olivia sesenggukkan
“masih ada aku disini”kata Raja
“aku bodoh yaaa…harusnya sejak lama aku bilang sama Rudolf aku suka sama dia”sahut Olivia pelan
“tidak…aku tau kamu belum siap untuk mengatakannya, dan aku yakin suatu saat dia akan mengerti posisi kamu sat ini”katra Raja meyakinkan
“kalo begitu apa aku harus tetap memendam perasanku padanya..?”Tanya Olivia
“kalau kamu masih ingin dia ada didekatmu silahkan saja”balas Raja

            Olivia dan Raja menuju kantin istirahat pertama tadi mereka habiskan di taman belakang.
“hei….kamu Olivia kan..?” Tanya Febby yang ternyata telah menunggu Olivia dikantin
“nggg…iya ada apa?”balasnya
“kenalkan aku Febby” ucap Febby
“aku dengar permainan biolamu sangat mengagumkan?”Tanya Febby 
“memang ada apa?”balas Olivia
“sekolah kita akan mengadakan perpisahan angkatan kita, aku mau kau bermain disana”
“boleh saja, aku akan bermain tunggal?”Tanya Olivia
“aku sudah membuat jadwal bahwa kau akan berkolaborasi dengan Rudolf”ucap Febby
Mendengarnya saja Olivia langsung terdiam
“bagaimana kalau dia berkolaborasi denganku”Raja langsung memotong keheningan itu
“kau yang bermian gitar itu kan?tanya Febby “aku pikir kalau bertiga lebih baik,bagaimana?”lanjutnya
Olivia tidak menjawab dia masih terdiam
“baiklah kalo begitu bertiga”ucap Raja melanjutkan
“kalo begitu acara akan dilakasanakan saat bulan Juli nanti tepatnya tanggal 18,masih ada waktu satu bulan untuk kalian berlatih”sambung Febby
            Akhirnya mereka sepakat bahwa Olivia Raja dan Rudolf akan bermain bertiga untuk acara penggalangan dana tepat tanggal 18 Juli. Selama mereka latihan Olivia lebih banyak diam dari pada berbicara Raja yang melihat hal itu mengerti apa yang dirasakan Olivia. Satu bulan telah berlalu kini tiba saatnya untuk tampil
“Liv, kamu yakin hari  ini kamu mau bicara sama dia?”ucap Raja
“tidak apa, setelah ini aku akan melanjutkan ke Korea, aku pasti tidak akan bertemu denganya lagi ja”ucap Olivia
“aku tidak mau kau memaksakan kehendakmu sendiri”tambah Raja
Ketika mereka tampil mereka bertiga berkolaborasi membawakan laghu Adelle Someone Like You, sitengah permainan Olivia meneteskan air mata, ia sangat menghayati lagu itu ia mengeingat kedekatannya dengan Rudolf bagaimana ia bermain dengannya dan menghabiskan waktu bersama. Namun, kini semua hanyalah kenangan yang hanya bisa diingat. Hanya satu yang ia minta agar Rudolf tidak melupakannya.
            Usai pertunjukkan ia menghampiri Rudolf, tidak banyak yang ia ucapkan
“hei, ada apa?” Tanya Rudolf
“gak rasa yaa kita udah mau lulus”ucap Olivia tanpa menatap Rudolf pandangannya menerawang jauh kedepan, ia sungguh bingung apa yang akan terjadi nanti ketika ia bilang yang  sebenarnya pada Rudolf tapi ia tidak mau seperti ini terus ia akan menyelesaikan semuanya.
“iya, padahal kita belum lama kenalkan?”lanjut Rudolf
            Ditempat itu tidak hanya ada mereka berdua dari kejauhan ada Raja yang memperhatikan mereka. Raja dia yang selalu ada untuk Olivia kapan dibutuhkan ketika Olivia sedih atupun senang enath kenapa ia selalu ada. Ia selalu mengerti bagaimana perasaan Olivia ia sangat senang bisa menjadi kakak dan sahabat bagi Olivia. Sebentar kagi ia harus melanjutkan sekolahnya ke Amerika dia bingung bagaimana harus mengatakannya kepada Olivia meski Olivia sendiri akan pergi ke Korea ia ingin selalu menjaga dan melindungi Olivia.
“Rudolf, aku akan pergi ke Korea melanjutkan sekolahku disana aku mau mengambil sastra korea disana”ucap Olivia
“Bagus dong, kalo aku akan tetap disini”lanjut Rudolf
“aku harus mengataka ini”pikir Olivia dalam hati”sudah lama ini berlangsung biar terselesaikan sekarang juga’lanjutnya dalam hati
“Rudolf, nan neon Saranghaeyo” ucap Olivia lirih
Rudol  terdiam ia tidak menyangka bahwa Olivia yang selama ini periang ternyata menyimpan perasaan untuknya
“maaf, aku sudah memilih orang lain yang aku rasa tepat bagiku”ucap Rudolf
“aku tahu itu, aku hanya ingin mengatakannya saja selama tiga tahun ini aku menjadi seorang pengecut yang hanya berani bersembunyi dibalik layar”Olivia mengatakannya matanya mulai berkaca-kaca
“tapi bagaimana bisa?”Tanya Rudolf “tapi dari awal aku bertemu dengan aku hanya menganggap kau sebagi adikku”ucap Rudolf dia hanya mengganggap Olivia sebagai adik entahlah, aku pikir tak perlu sebuah alasan untuk mencintai seseorang,aku hanya ingin kau tahu bahwa kau sangat berarti bagiku”ucap Olivia”tidak banyak yang kuminta darimu”lanjut Olivia
“tetaplah mengingatku”lanjutnya
Seketika itu juga suasana begitu  hening hanya angin malam yang berhembus pelan, Olivia tak sadar bahwa air matanya telah mengalir deras. Rudolf serba salah ia tak mau menyakiti Olivia dia juga tidak mau memberikan harapan palsu untuk Olivia. Raja yang dari tadi hanya mengamati kini datang dan menenangkan Olivia.
“dia  udah berusaha jujur sama lo,kalo lo gak menghargainya lo keterlaluan lo gak pantes disebut sebagai pria!”ucap Raja menahan emosi dia tak mengerti kenapa Olivia bisa menyukai Rudolf, Rudolf terbilang cukup sebagai seorang pria yang cuek dan tidak peka namun hal itu yang membuat Olivia tertarik. Raja membawa Olivia pergi Rudolf masih terpaku ditempatnya berpijak ia tidak tahu apa yang harus dia perbuat.
            Pagi ini Olivia berkemas semua kelengkapan identitasnya telah siap, hari ini adalah hari keberangkatan Olivia ke Korea,semua sahabatnya membantunya untuk berkemas. Kecuali Raja ya karena dia yang akan mengantar Olivia ke bandara. Semua hal yang terjadi ia anggap sebagai pelajaran, cukup baginya memendam perasaan selama tiga tahun, kini ia ingin memulai kehidupan yang baru ia ingin melupakan semua hal yang berkaitan dengan Rudolf. Semenjak ia mengatakan perasaannya pada Rudolf, sampi sekarang tidak lagi terdengar kabar tentang Rudolf kini ia menghilang dan tak tau entah dimana.
“Liv, udah siap?”ucap Stefanny membuyarkan lamunan Olivia
“ohh…iya sudah kok”balasnya
Seiring  berjalannya waktu masa SMA telah mereka lewati kini saatnya untuk memulai awal dari masa depan mereka,mereka memiliki pilihan masing-masing. Jesicca ingin menjadi Diplomat, Stefanny ingin menjadi seorang desain interior,Iin ingin menjadi seorang dokter dan Raja ingin menjadi gitaris professional. Mereka melepas kepergian Olivia di Bandara diam-diam Olivia merindukan kehadiran seseorang yang sudah lama tidak ia temui keberadaannya. Kini yang harus ia lakukan adalah mencoba untuk tetap tegar dan berjanji untuk melupakan orang yang dicintainya. Berat memang tapi ini keputusan yang harus diambil oleh Olivia.
             Satu tahun telah berlalu, Olivia yang sedang beristirahat di taman menatap kelangit mencoba menemukan sosok yang selama satu tahun ini ia coba untuk melupakannya ia sudah berjanji untuk tidak mengingat Rudolf kembali, entah dimana ia sekarang tak ada lagi kabarnya. Kini yang bisa ia lakukan adalah berharap,ya hanya berharap aga dia yang disana tidak melupakannya dan selalu mengingatnya.



Rabu, 09 April 2014

Bosan
karya VOC

maunya belajar, tapi pikiran terus berkelana menjelajahi semua hal yang sebelumnya kualami
ditambah lagi dosen yang memiliki cara mengajar yang standar sama sekali tak menarik
semua hal tersebut bermuara pada satu perilaku yakni menguap.
membosanlan dan membuat mengantuk saja
hingga detik ini masih berusaha untuk tetap memperhatikan 
meski anggota tubuh yang lain enggan untuk tetap berdiam
perlahan terbayang pemandangan Jeju island 
dengan pesona rumput hijaunya serta arooma embun pagi yang sejuk
paparan sinar matahari yang tengah meninggi menyambut hari 
deburan ombak yang menghantam batu karang memecah heningnya pagi
aku membayangkan aku sedang menelusuri pantainya bersama DIA yang selama ini ada dihatiku
dia tidaklah sempurna akuun juga tak sempurna
dia bukanlah pria yang baik
namun aku yakin dia adalah permata yang akan bersinar dan menonjol 
meski ada seorang yang tengah menungguku
aku bingung harus seperti apa
aku ingin menyerah dengan segala perjuanganku selama 4 tahun ini,
dan berpaling pada dia yang mau menerimaku apa adanya
tapi tidak semudah itu aku pergi
perjuangan yang telah kumulai harus kuselesaikan
mungkin dia takkan berubah seperti yang aku harapkan
mungkin dia akan tetap pada kehidupannya
hanya satau inginku 
tetap jaga dirimu disana 


      Love
Karya VOC

diawali pandangan mata yang bertatapan
dilanjutkan dengan perkenalan yang singkat
kemudian mulai menjalin hubungan
menciptakan peristiwa yang kemudian menjadi kenangan

banyak pula kasus yang terjadi
melukai salah satu dari pasangan
atau melukai sepasang kekasih
mereka harus rela menerimanya

ada pula yang rela menanti mantan kekasihnya yang entah kemana
namun karena cinta yang ia punya
ia yakin akan kedatangan kekasihnya yang dulu ada disisinya
ia rela menghabiskan waktu yang Tuhan berikan demi kekasihnya

bahkan ada yang rela melakukann hal yang tidak halal demi kekasihnya
kadang cinta menjadi sahabat
kadang juga menjadi musuh
hanya bagaimana kita melihat dan meresponnya

indahnya hidup bila dihiasi dengan cinta.