Source: http://caramembuat524.blogspot.co.id/2014/01/cara-agar-blog-tidak-bisa-di-copy-paste.html
The Holy Bible

Sabtu, 06 Desember 2014




Gadis Metropolitan

       Alkisah hiduplah seorang gadis disebuah kota metropolitan yang pebuh dengan beragam kehidupan didalamnya, beragam jenis watak dan karakter manusia didalamnya. Sang gadis yang baru berusia 19 tahun ini memiliki 3 orang adik dan sepasang orang tua yang hidup sederhana dan bias dibilang cukup harmonis.
            Gadis ini masih mengenyam bangku kuliah usianya yang masih muda menandakan ia masih merintis jalan menuju masa depan, dikota  metropolitan ini sang gadis harus berjuang dan berdiri tegar dari ganas dan panasnya cobaan tantangan yang ia hadapi. Mulai dari masalah keluarga, masalah pembayaran kampusnya, masalah ia dengan salah satu teman dekatnya dikampus hingga masalah asmaranya, jika dilihat sangatlah kompleks masalahnya… dikeluarganya gadis ini  dianggap kurang bertanggung jawab sebagai kakak bagi ketiga adiknya dan kurang memenuhi kewajibannya sebagai anak bagi kedua orang tuanya, dikampus gadis ini terancam di DO karena menunggak biaya kuliah sebesar enam belas  juta rupiah entah harus ia bayar dengan apa hutang sebegitu besar, adapula teman dekatnya yang karena ia sang gadis masih semangat menjalani kuliah, dan masalah asmaranbya yang hingga saat ini tak jelas arahnya. Sang gadis menghadapi semua hal itu dengan mencoba tetap tersenyum serta berdoa pada Tuhannya, terkadang gadis ini ingin mengakhiri hidupnya tapi dia sadar akan tanggung jawabnya terhadap ketiga adiknyadan dia juga sadar cara itu tidaklah dibenarkan menurut agamanya. Keinginannya untuk bekerja belumlah terwujud karena bentrok dengan jadwal kuliahnya yang dimulai pukul dua siang hingga delapan malam.
            Hal yang dialami oleh sang gadis tidaklah ia alami sendiri ada juga orang lain yang m,engalami hal serupa dengannya tau bahkan lebih buruk dari pada dirinya. Untuk itu sang gadis masih bersikap tenang dan tidak memikirkan begitu banyak masalahnya, hingga suatu hari ketika ia membuat marah teman dekatnya ia tak bias membendung lagi air matanya, didepan beberapa teman kampusnya ia menangis dan menumpahkan air mata yang ternyata masih ada padahal ia piker air matanya trelah habis ia buang percuma.


Seringkali sang gadis menyalahkan dirinya sendiri karena ia merasa begitu bodoh membuat segala sesuatunya menjadi rumit dan tak terselesaikan, karena ia hanya bias menangis  dan mengadu pada Tuhannya betapa sulitnya ia saat ini.
            Untung saja ada sahabatnya yang lain yang masih membantu ia tuk tetap tegar meski sulit. Terlihat sekali bahwa gadis ini masih belia dan belum dewasa, ia butuh seseorang yang mampu mengayomi dan membimbingnya untuk menjadi dewasa. Sesorang yang bias setiap saat ada untuknya. Wow ternyata sang gadis sedang mencari kekasih hati atau yang biasa disebut sebagai pacar. Sang gadis masih bingung bagaimanakah caranya ia mendapat seorang kekasih hati?masih belum diketahui yang pasti sang gadis memikirkannya. Satu hal yang harus dilakukan sang gadis sebelum ia melangkah lebih jauh lagi”tetaplah jadi diri sendiri” sebenarnya sang gadis adalahg seorang yang cerdik dan rajin hanya saja lingkungan yang ada disekitarnya tidak mendukungnya. Ditambah lagi sang gadis terlalu merendahkan dirinya sendiri alhasil sang gadis tidaklah mengaktualisasikan dirinya dengan baik dan benar, banyak ketakutan yang ada dipikirannya sikapnya yang terlalu melebih-lebihkan masalah dan keraguannya yang senantiasa hinggap dipikirannya yang membuatnya tidak berani mengambil langkah untuk maju dan berkembang sang gadis sempat merasa bahwa dirinya bermasalah memiliki kelainan namun, berkali-kali sang gadis menepis hal tersebut dan mencoba membangun kemabli makanya beberapa kali sang gadis menangis karena ia merasa sulit menghadapi hal ini terutama ketika ia sendirian ia merasa takut dan sedih karena ia merasa sendirian dan terasingkan.
            Sang gadis yang masih mencoba bangun butuh bantuan orang lain ia tidak sanggup jika harus berjalan sendiri dan hal yang masih diyakini sang gadis ialah bahwa Tuhan masih menjaganya dan semuanya akan indah pada waktunya meski hanya sakit yang ia rasakan saat ini. Sekian


                                                                                                      VANDA OLIVIA CORNELIS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar